SIGNIFIKAN ATAU SANGAT SIGNIFIKAN? Oleh: Saifuddin Azwar Beberapa waktu yang lalu, salah seorang partisan dalam mailgroup dosen Fakultas Psikologi UGM memunculkan kembali pertanyaan klasik yang jawabannya sebenarnya dapat ditemukan dalam buku-buku teks standar. Pertanyaan termaksud menyangkut cara yang semestinya dalam menuliskan pernyataan signifikansi hasil uji statistik. Dalam sebagian besar skripsi dan (sayangnya) tesis S2 di Fakultas-fakultas Psikologi di Indonesia, kita jumpai bermacam-macam cara pemberian label terhadap angka hasil uji statistik seperti ‘signifikan’, ‘sangat signifikan’, ‘signifikan sekali’, dan lain-lain. Rupanya hal itu menimbulkan kebingungan bagi sebagian peneliti dan bagi sebagian pembaca. Bahkan, dalam sebuah skripsi yang memuat hasil penelitian melalui pengujian hipotesis pernah ditemui kasus hasil uji statistiknya tidak signifikan karena kecilnya angka, lalu oleh penulisnya ditarik kesimpulan berbunyi kurang-lebih: “Ada hubungan yang kecil a...